Transisi Sistem dan Dinamika Demokrasi

batamraya.com – Transisi sistem dan dinamika demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentu akan tidak jauh mengalami sebuah problematika sosial.

Isu atau konteks yang biasanya dijadikan suatu penyebab dari akar tindakan individu maupun kelompok yang sangat sensitif tidak berbeda jauh dengan hadirnya muatan politis.

Tetapi, sebelum jauh kita mengetahui lebih substantif mengenai kejahatan apa saja yang khususnya menjadi narasi dilema kehidupan sosial di masyarakat, alangkah baiknya kita mengetahui secara singkat dan lugas mengenai tentang kejahatan.

Kejahatan merupakan sebuah rencana atau rancangan yang dilakukan oleh segelintir individu maupun kelompok dengan memiliki maksud atau tujuan tertentu untuk mengalahkan dengan memakai cara atau strategi yang tidak mematuhi norma sosial, hukum, maupun agama, serta tindakan dengan memiliki power of politics karena satu perspektif atau dogma yang tersaji menjadi fundamental statement dan klasifikasi kontroversi terhadap suatu penilaian objek maupun subjek.

Sejatinya merefleksikan kejatahan lebih mudahnya dengan kita memahami ada sebuah niat jahat yang sengaja ingin dilakukan untuk merugikan individu atau kelompok tertentu.

Dimensi aktor yang bergerak secara dinamis untuk menggalang kekuatan menjadi sebuah nilai tersendiri menjadi kekuatan oposisi untuk memenangkan rencana strategis mereka dalam konteks muatan politis seperti menjatuhkan lawan, mengkudeta, memberikan stereotip sosial yang buruk, dan banyak subjek lainnya yang menginterpretasikan prinsip ketidak adilan, kesetaraan, maupun kebebasan ternyata bukan menjadi bibit mereka untuk tetap melakukan sebuah rencana langsung maupun tidak langsung memberikan hukuman dan tindakan subversif kepada lawannya.

Awal dari timbulnya kejahatan tidak keluar dari lingkaran tertentu karena perbedaan prinsip atau ideologis, penyimpangan kekuasaan, kepentingan yang di dominasi aktor tertentu, serta muatan eksistensi identitas aktor yang mengakomodir menyuarakan aspirasi yang selama ini merasa ditindas, dihisap, maupun di kebiri.

Kejahatan juga tidak selalu di identikan dengan persoalan yang negatif atau memiliki stereotip menyimpang dalam pembahasan prosedurnya. Tetapi, jika melihat dari strategi memang langkah yang coba di gagas seakan-akan mereka ingin membuktikkan kembali kekuatan yang dimiliki untuk menggarap atau mengeksploitasi keberadaan orang lain untuk kepentingannya.

Semua cara yang dilakukan seakan-akan telah menciderai demokrasi yang seharusnya bisa berjalan dengan bebas dan bertanggung jawab, partisipatif tanpa ada reaksi yang berlebihan, selalu mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam mencapai sebuah konsensus atau kesepakatan, serta meredakan konflik-konflik kecil sampai komunal dengan tetap memperhatikan kaidah hukum yang berlaku..

No Response

Leave a reply "Transisi Sistem dan Dinamika Demokrasi"