Transisi Demokrasi yang Dilematis

Batamraya.com – Transisi sistem dan dinamika demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentu akan tidak jauh mengalami sebuah problematika sosial.

Isu atau konteks yang biasanya dijadikan suatu penyebab dari akar tindakan individu maupun kelompok yang sangat sensitif tidak berbeda jauh dengan hadirnya muatan politis.

Meninjau pentingnya keterlibatan masyarakat sipil khususnya dalam menempuh transisi demokrasi yang penuh problem dan dilematis secara prosedur.

Sejarah kebelakang tentang beberapa kasus dehumanisasi, kudeta dengan kekerasan, dan lain sebagainya itu merupakan coretan tinta perjuangan demokratisasi.

Indonesia memang tidak terlepas dari kejahatan struktural, sistematis, maupun terakodomir lewat lembaga formal, informal, bahkan kepentingan individu untuk mencapai suatu nilai tertentu. Perjuangan meraih suatu kekuasaan memang tidak akan terlepas dari strategi politik yang brilyan, berbeda, serta memiliki kreativitas, bahkan menimbulkan kerugian besar.

Demi menjalan situasi demokrasi yang tetap stabil dan tidak memiliki sikap ketergantungan terhadap kerjasama, afiliasi, atau konvensi yang dilakukan hanya untuk mengakomodasi kelompok tertentu.

Sudah seharusnya sebagai massa atau rakyat yang telah terakomodir opini dan aspirasinya secara rasional, dan berbagai isu-isu empiris yang menjadi pembelajaran.

Kita tetap harus membuktikkan konsistensi bahwa kejahatan tidak keseluruhan memberikan dampak sedikit pun yang berarti selayaknya asas kebermanfaatan, keadilan, kesetaraan, kebebasan, dan kesejahteraan yang harus selalu diperjuangkan untuk mencari kebenaran.

Terlebih kita tetap harus konsisten dan bersikap teguh menjadi aktor bagaimana kejahatan yang telah dibahas tidak menjadi parasit dalam kehidupan demokrasi multi-aspek di Indonesia. (Diolah dari berbagai sumber)

No Response

Leave a reply "Transisi Demokrasi yang Dilematis"