Tangkal Radikalisme Dalam Konteks Media Sosial

 

Batamraya.com – Efektifitas media sosial dalam berkampanye sangat terlihat dapat Dilihat dari pola hidup masyarakat kita yang sebagian besar mempunyai media sosial. Bahkan media ini merupakan ladang subur untuk menyebarkan kampanye hitam ataupun negatif oleh oknum politik yang haus kekuasaan.

Di tambah lagi sebagian masyarakat kita masih menelan mentah-mentah informasi yang mereka terima di media sosial walaupun mereka mengetahui bahwa berita itu belum pasti sumbernya.Perang argumen politikus juga dilakukan di media sosial ini.

Tindakan ini dilakukan agar masyarakat menerima argumenya dan mendukung calon kepala daerah politikus tersebut. Semakin banyak pengikut (followers) politikus tersebut akan membuat semakin besar peluang argumennya diterima masayarakat. Apalagi argumennya dapat dikatagorikan sebagai kampanye hitam ini dapat merugikan lawan politiknya. Namun, di media sosial masih banyak masyarakat kita yang berfikir rasional sehingga penyebaran kampanye hitam dapat diminimalisir.

Demokrasi memang membebaskan semua masyarakat berpendapat termasuk di media qsosial yang berujung pada tindakan saling sindir dan saling serang seolah menjadi bumbu pedas di politik Indonesia.

Untuk mencegah politik kampanye hitam sangat diperlukan peran institusi penegak hukum dan badan pengawas pemilu. Disamping peran penegak hukum dan bawaslu, perlu juga peran masyarakat sebagai peran pendukung untuk mencegah politik kampanye hitam.

Bahkan akan lebih efektif jika masyarakat kita proaktif. Dengan adanya pelaporan penyimpangan kampanye oleh politikus nakal kepada pihak penegak hukum ataupun bawaslu agar si politikus nakal ini mendapat efek jera.

Kita sebagai masyarakat di era modern ini seharusnya mengubah pola pikir yang mudah percaya terhadap informasi yang tersebar di media sosial dengan cara mengecek kebenaran informasi baik di dapat dari media sosial ataupun dari masyarakat sekitar. Dengan pengecekan kebenaran informasi yang didapat, kita akan mengetahui kualitas calon kepala daerah tersebut.

No Response

Leave a reply "Tangkal Radikalisme Dalam Konteks Media Sosial"