Rapat Koordinasi Lintas Sektoral untuk Mewujudkan Perbaikan Ekonomi Indonesia

BATAM (batamraya.com) –  Kegiatan Coffee morning dan rapat koordinasi lintas sektoral diselenggarakan di I hotel Baloi, Batam, Rabu (4/5/2016). IMG-20160504-WA0010

Tema dalam rapat adalah melalui koordinasi lintas sektoral kita optimalkan sinergitas penegakan hukum yang proporsional,profesional dan akuntabel guna mendorong perbaikan Ekonomi Indonesia.

Acara coffee morning tersebut di hadiri oleh Para pejabat utama Polda Kepri, Dir Reskrimsus Kombes Pol Budi Suryanto,SH., M.Si, Kajati Provinsi Kepri yang di wakilkan, Kakanwil Bea cukai, dan para peserta tamu undangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, dan Dinas Peternakan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

IMG-20160504-WA0012

Amanat Kapolda Kepri dibacakan oleh Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto, SH, M.Si pada saat membuka acara.

Dalam Amanat Kapolda Kepri, melalui arahan Presiden dari hasil rapat terbatas terkait pencegahan penyelundupan, dimana harus dilakukan evaluasi secara komprehensif terhadap regulasi yang dianggap menghambat penindakan aksi penyelundupan, perpajakan dan Bea cukai, hal ini diharapkan akan membuat sistem yang saling terkoneksi.

IMG-20160504-WA0016

Sehingga dengan adanya system yang terkoneksi dapat mengurangi berbagai tindakan penyelundupan, menertibkan pelabuhan formal dan nonformal yang berurusan dengan keluar masuknya barang, serta mengurangi bahkan menutup pelabuhan dengan terminal khusus untuk aktivitas pribadi, sehingga dapat meningkatkan kerjasama lintas sektoral dengan tindakan tegas melalui operasi rutin.

Dalam kesempatan tersebut para tamu undangan ditekankan untuk lebih saling meningkatkan pemahaman, berdiskusi dan saling tukar-menukar informasi, agar meningkatkan kinerja individu, tim maupun satuan untuk mewujudkan perbaikan ekonomi indonesia khususnya perekonomian di wilayah provinsi Kepulauan Riau. (Ev)

No Response

Leave a reply "Rapat Koordinasi Lintas Sektoral untuk Mewujudkan Perbaikan Ekonomi Indonesia"