Presepsi Kampanye Hitam dan Kampanye Negatif

download (5)

Batamraya.com – Pesta Demokrasi  akan mulai disibukan dengan kegiatan yang dinanti nanti masyarakat untuk menentukan kepala daerah mereka masing masing dalam 5 tahun kedepan. Banyak partai berlomba untuk memenangkan pilkada di setiap daerah. Mereka umumnya mengusungkan calon-calon terbaik untuk menarik perhatian masyarakatbaik dari parpol sendiri maupun tidak. Selain mengusungkan calon terbaik, Partai politik juga melakukan koalisi dalam beberapa partai untuk memenangkan calon kepala daerah mereka. Dengan koalisi tersebut membuat peluang menang calon kepala daerah yang diajukan menjadi besar.

Walaupun saat ini masih  dalam masa pendaftaran calon kepala, Ada yang menjadi  kekhawatiran tersendiri  mengenai pilkada ini yaitu politik yang menggunakan isu SARA dan kampanye hitam ( black Campaing). Politik isu SARA adalah politik yang memainkan pandangan atau tindakan sentiment yang berdasarkan  pada  suku, agama, ras dan antar golongan untuk mencapai tujuan dalam memenangkan pemilihan umum. Sedangkan kampanye hitam (black campaign) adalah suatu upaya di bidang politik untuk merusak atau mempertanyakan lawan politik dengan cara memainkan propaganda propaganda negatif menjelang pilkada serentak ini digelar .

Pernah kah anda mendengar presepsi kampanye hitam dan kampanye negatif? . Ada perbedaan antara kampanye hitam dengan kampanye negative. Kampanye hitam yaitu suatu tuduhan atau  presepsi yang  tidak berdasarkan fakta atau fitnah menyangkut kekurang suatu calon kepala daerah atau partai untuk menarik suara untuk memenangkan pemilu, sedangkan kampanye negatif adalah  kampanye tuduhan presepsi yang berdasarkan fakta yang disampaikan secara jujur dan relevan yang menyangkut kekurang suatu calon kepala daerah atau partai. Kampanye negatif memang dianggap sah-sah saja terjadi di Indonesia mengingat masyarakat Indonesia mencari pemimpin yang sangat berkualitas dalam sebuah pemilu.Tujuan kampanye hitam dan kampanye negatif memang sama yaitu menarik suara untuk memenangkan pemilihan yang berlangsung tetapi ada sedikit perbedaan antara yaitu bahan atau isi tuduhannya

Selain menggunakan kampanye hitam  dan Kampanye Negatif untuk menarik suara, banyak oknum oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan kampanye hitam dan kampanye Negatif sebagai alat shock teraphy untuk lawan politiknya agar mengurungkan diri untuk menjadi kepala daerah. Tindakan ini merupakan sebuah pembunuhan karakter terhadap tokoh tokoh calon kepala daerah. Lebih lucunya isu ini beredar pada saat masa kampanye atau saat masa pilkada  di gelar walaupun isu tersebut masih dalam kategori Kampanye Negatif.

No Response

Leave a reply "Presepsi Kampanye Hitam dan Kampanye Negatif"