Pesta Demokrasi Tanpa Perpecahan Dalam Bingkai Pancasila

download (2)download (2)

Batamraya.com – Pancasila adalah hasil kesepakatan  dari nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia yang beragam, yang berlatar belakang berbeda-beda. Pancasila juga mengatur tentang konstitusi negara Indonesia terletak pada Undang – Undang Dasar Tahun 1945. Pancasila sebagai tameng perpecahan bangsa akibat adanya tahun politik perlu dikuatkan tentang nilai-nilai Pancasila didalam pendidikan usia dini hingga lanjut sehingga nilai Pancasila yang terkandung tidak hanya dipahami melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-harinyaPancasila merupakan ideologi dasar negara Indonesia yang memiliki dua kata gabungan yang dianut dari bahasa sansekerta yaitu panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila dapat diartikan, bahwa Pancasila adalah hasil kesepakatan  dari nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Indonesia yang beragam, yang berlatar belakang berbeda-beda.  Bertepatan telah dilaksanakannya hari peringatan kelahiran Pancasila diharapkan masyarakat Indonesia memahami makna dari Pancasila itu sendiri bagi kehidupan sehari-harinya.

Pancasila juga mengatur tentang konstitusi negara Indonesia terletak pada Undang – Undang Dasar Tahun 1945. Bentuk konstitusi tersebut sebuah norma sistem politik dan hukum dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis  Pada tahun politik tahun 2018 maupun tahun puncak poltik 2019 akan dilaksanakannya Pilkada dan Pilpres. Pilkada pada tahun ini akan dilaksankan 17 provinsi dan 154 kota atau kabupaten untuk memilih kepala daerah yang dilaksanakan secara serentak pada 2018 sedangkan pendaftaran calon presiden dilaksanakan pada tahun 2018. Hal tersebut membuat gejolak suasana politik  di Indonesia kian memanas dalam memperebutkan kursi pimpinanan daerah dan negara. Banyak argumen pengamat politik bahwa keberhasilan pilkada adalah gambaran keberhasilan pilpres kedepannya bahkan ada pernyataan yang menyatakan bahwa pilkada 2018 merupakan babak kwalifakasi pilpres tahun 2019.

Akibat suasana politik memanas hal tersebut bisa saja menimbulkan konflik-konflik pada masyarakat bahkan perpecahan karena memiliki jagoan yang berbeda pada pemilu yang akan diselenggarakan. Hal tersebut juga sangat menguntungkan bagi tim-tim pemenang atau pihak lain yang mencari keuntungan untuk membuat isu-isu politik untuk kepentingan pemilu karena pada tahun politik tingkat kepeduliaan masyarakat Indonesia terhadap politik akan meningkat. Biasanya isu yang dipancarkan berupa isu politik yang menyerang pihak lawan sehingga elektabilitas pasangan calon lain menjadi turun. Isu politik boleh saja diterima apalai terbukti kebenarannya. Isu politik yang mengancam persatuan yaitu isu-isu hoax yang mengarah kepada ujaran kebencian yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki jiwa nasionalisme pada dirinya. Ancaman demokrasi lainya yang mengarah pada rusaknya rasa persatuan dan kesatuan akibat adanya isu politik identitas yang berujung pada tindakan sara.

Dari hal-hal tersebut yang telah diuraikan, peran Pancasila sebagai tameng perpecahan bangsa akibat adanya tahun politik perlu dikuatkan tentang nilai-nilai Pancasila didalam pendidikan usia dini hingga lanjut sehingga nilai Pancasila yang terkandung tidak hanya dipahami melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam menyikapi tahun politik dan ancaman perpecahan perlu dipahami kembali kelima sila Pancasila yang harus diimplementasikan dalam politik  yaitu harus berpolitik secara cantik dan etis dan tidak menyimpang dari asas ketuhanan,  berpolitik dengan menyamakan hak dan kewajiban antar sesama dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dalam berpolitik hendaklah menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, menghargai keputusan yang telah dimusyawarakan dan Selalu bersikap adil serta menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. (Reinaldy CS).

No Response

Leave a reply "Pesta Demokrasi Tanpa Perpecahan Dalam Bingkai Pancasila"