Pancasila Sebagai Penangkal Radikalisme

Batamraya.com – Salah satu ancaman yang mengancam keutuhan Republik Indonesia adalah terorisme. Terorisme merupakan serangan-serangan direncanakan yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan takut pada sebuah kelompok masyarakat. Orang yang melakukan aksi terorisme ini disebut teroris. Teroris biasanya adalah orang-orang yang menganut sebuah paham yang disebut dengan paham radikalisme.

Di Indonesia, semakin hari, paham radikalisme semakin menyebar. Bahkan, kasus terorisme terus meningkat di Indonesia. Paham radikalisme merupakan pemikiran di mana penganut paham ini bersikap tidak mau menghargai hak orang lain, dan menuntut agar tujuannya bisa tercapai walaupun harus dilakukan dengan menggunakan kekerasan. Perkembangan paham radikalisme di Indonesia yang berujung pada serangan terorisme merupakan usaha para oknum teroris untuk mengubah ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila, menjadi ideologi yang berdasarkan hokum suatu agama tertentu. Hal ini tentu saja tidak benar, melihat masyarakat Indonesia tidak hanya memeluk satu agama, melainkan ada banyak agama yang terdapat di Indonesia.

Memang, pemerintah Indonesia selalu mengusahakan yang terbaik untuk menangkap oknum-oknum yang diduga menganut paham radikalisme yang menjurus ke aksi terorisme. Namun sebenarnya, paham radikalisme ini justru diajarkan dan disebarluaskan melalui sosial media. Penyebarluasan ajaran paham radikalisme melalui sosial media tentunya menjadikan seluruh masyarakat pengguna sosial media sebagai calon korban ajaran paham radikalisme.

Selain melalui sosial media, tidak dapat dipungkiri bahwa paham radikalisme juga menyebar di beberapa institusi pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Penyebaran paham radikalisme di perguruan tinggi, biasanya banyak pada fakultas eksata, melihat pemikiran mahasiswanya yang kurang kritis. Paham radikalisme di perguruan tinggi biasanya disebarkan di dalam organisasi-organisasi yang berbau keagamaan.

Penanaman paham radikalisme pada anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tentunya sangat mengkhawatirkan, mengingat mereka adalah generasi muda yang akan perjuangan bangsa Indonesia ke depannya.

Paham radikalisme tentunya sangat bertolak belakang dengan ajaran semua agama, karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk melakukan kekerasan. Selain itu, paham radikalisme juga bertolak belakang dengan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.

Ideologi bangsa Indonesia, Pancasila, memang sudah mulai dilupakan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bagi beberapa kalangan masyarakat, Pancasila hanya sekedar simbol atau bahkan hanya sebuah kata yang menggambarkan Indonesia tanpa tahu makna sebenarnya di balik Pancasila itu sendiri. Pancasila memang hanya sebuah simbol dan kata, namun ia memiliki peran yang sangat besar dalam memberi kebebasan bagi bangsa Indonesia. Pancasila dibuat tidak hanya asal-asalan, melainkan dibuat dengan pemikiran yang matang oleh para petinggi bangsa Indonesia kala itu. Selain itu, perumusan Pancasila memakan waktu yang tidak singkat.

Pancasila yang dirumuskan sebagai dasar ideologi negara Indonesia memang harus dirumuskan dengan baik agar dapat menjadi dasar yang kokoh bagi berdirinya negara Indonesia. Sehingga, jika ada gangguang dan ancaman yang berusaha untuk meruntuhkan persatuan Indonesia, negara Indonesia tetap kokoh.

Namun sayangnya, masyarakat yang kurang paham atau bahkan sudah mulai melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila membuat fungsi Pancasila sebagai dasar negara menjadi tidak efektif.

Percuma suatu negara didirikan dengan fondasi yang kokoh, namun masyarakatnya tidak mau dan tidak hidup sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam dasar negara itu sendiri. Karena pada dasarnya, yang memiliki peran yang terbesar dan paling krusial dalam menjalankan keberlangsungan suatu negara adalah rakyatnya sendiri.

Maka itu, sangat penting untuk mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk lebih lagi mengamalkan nilai Pancasila. Pemerintah sudah berusaha untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak sejak dini dengan mengadakan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan mungkin Pendidikan Pancasila sebagai sebuah mata pelajaran yang wajib. Hal ini bertujuan agar sejak kecil, anak-anak sudah memiliki cara pemikiran yang benar yang sesuai dengan ideologi bangsa, sehingga ke depannya tidak mudah dipengaruhi oleh paham-paham radikalisme.

Pendidikan Pancasila tidak hanya diajarkan saat di bangku sekolah dasar, tetapi terus ada sebagai mata pelajaran wajib sampai di bangku perguruan tinggi. Hal ini dilakukan oleh pemerintah karena melihat bahwa masa remaja merupakan masa yang paling labil di mana orang sangat mudah terpengaruh oleh sesuatu yang beredar di lingkungannya. Untuk itu, pendidikan Pancasila dilakukan secara terus menerus hingga di bangku perguruan tinggi agar nilai-nilai Pancasila itu bisa benar-benar tertanam dalam pribadi masing-masing.

Dari seluruh usaha pemerintah untuk mencegah penyebaran paham radikalisme, baik itu melalui bidang pendidikan, maupun dengan menangkap oknum-oknum terduga teroris, semuanya tidak akan berhasil jika tidak ada usaha dari kita sebagai masyarakat untuk mendukung pemerintah. Kita sebagai masyarakat dapat membantu pemerintah untuk ikut serta menekan paham radikalisme di Indonesia dengan cara bersungguh-sungguh dalam mempelajari nilai-nilai Pancasila, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang telah kita ketahui dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa lebih memperkuat kesatuan dan persatuan negara Indonesia. Kita juga dapat terus mempertahankan ideologi negara kita, yaitu Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia yang kokoh, sehingga apapun ancaman yang timbul dari paham radikalisme dan aksi terorisme tidak akan membuat kita merasa diteror, melainkan membuat kita merasakan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menciptakan keadaan yang damai di Indonesia.

Untuk itu, sebagai masyarakat Indonesia yang baik, mari kita lebih lagi mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai kita mudah terpengaruhi oleh ajaran paham radikalisme yang hanya akan meruntuhkan keutuhan negara Republik Indonesia

No Response

Leave a reply "Pancasila Sebagai Penangkal Radikalisme"