Menunggu Kepastian Wali Kota Batam Terkait Lokasi Prostitusi Terbesar di Batam

prostitusi sintai

BATAM, BATAMRAYA.COM – Wali Kota Batam, HM Rudi didesak terkait kejelasan lokasi yang sebenarnya digunakan sebagai Pusat Rehabilitasi Sosial non Panti (PRSNP) di Tanjungpandan atau yang lebih kesohor Sintai, Tanjunguncang, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau.

Hal ini bermula dari beredarnya informasi dua gadis dibawah umur diperjualbelikan di Pusat Rehabilitasi Sosial tersebut. Mengingat saat ini, masyarakat di Kota Batam mengetahui bahwa lokasi tersebut sudah menjadi legend sebagai pusat prostitusi.

Diketahui, perempuan-perempuan pekerja seks komersial dipasok dari berbagai daerah. Bahkan ada yang menyebutkan perempuan-perempuan tersebut didominasi dari Jawa Barat.

Padahal, Pemko Batam awalnya menjadikan lokasi tersebut sebagai Pusat Rehabilitasi Sosial non Panti. Jadi, setiap PSK yang sudah tobat, dibina dan dilatih keterampilan di sana sebelum dipulangkan atau dikembalikan ke masyarakat. Alih-alih dibina, ternyata lokasi tersebut justru berkembang dan dikenal sebagai lokasi prostitusi.

Hal ini membuat salah seorang akvitis anti-trafficking Rohaniawan Crisanctus Paschal Saturnus miris akan penyalahgunaan lokasi tersebut.

Menurut Romo Paschal, jika merujuk pada Perda Kota Batam nomor 6 Tahun 2002, pasal 8 (ayat 2c) seharusnya lokalisasi Sintai wajib ditutup.

Sementara Wali Kota Batam menanggapi ringan terkait lokalisasi tersebut. Rudi justru mengatakan, lokasi tersebut memang ilegal. Bahkan, Rudi mengaku heran sebab lokasi yang seharusnya jadi panti rehabilitasi itu kini menjadi tempat prostitusi terbesar di Batam.

Sebelumnya dua gadis belia usia 15 tahun diamankan dari sebuah bar di kawasan ini Selasa (7/1/2020) lalu oleh polisi. Ini bukan hal pertama terjadi.

Kedua gadis belia asal Depok, Jawa Barat itu diketahui berinisial L (15) dan A (15). Mereka dijadikan sebagai wanita penghibur sekaligus pekerja seks di Kawasan Sintai yang berisi bar-bar tempat hiburan malam.

No Response

Leave a reply "Menunggu Kepastian Wali Kota Batam Terkait Lokasi Prostitusi Terbesar di Batam"