May Day 2019: Ratusan Buruh Karimun Ajukan Tolak Upah Murah dan Outsourcing

may day

Batamraya.com, Karimun – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, ratusan buruh di Kabupaten Karimun turun ke jalan tepatnya di halaman kantor Bupati Karimun, Rabu (1/5/2019).

Hari Buruh Internasional atau kerap disebut May Day, ditunjukkan dengan penolakan terhadap upah murah dan praktik outsourcing mereka serukan dalam aksi tersebut. Ratusan buruh tersebut juga meminta persoalan perburuhan yang melibatkan perusahaan segera diselesaikan.

Dari atas mobil komando, tampak Muhammad Fajar, Ketua PC Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kabupaten Karimun menyampaikan sejumlah tuntutan. “Tolak upah murah, dan naikkan UMSK,” teriak Fajar, lantang.

Menolak upah murah dan mencabut PP 78/2015 tentang pengupahan yang menjadi fokus buruh dalam May Day tahun ini. Tetapkan UMSK Karimun 2019 sebesar 25 persen.

Fajar juga menyebutkan untuk menghapus Outsourcing yang berkedok dengan pemagangan. Serta tingkatkan manfaat jaminan kesehatan dan pensiun.

Peringatan May Day di Kabupaten Karimun tahun ini juga mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Terlihat Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya, Wakapolres Kompol Agung Gima Sunarya, Dandim 0317/TBK Letkol Arm Rizal turun langsung kelapangan guna memantau jalannya aksi.

Kemudian usai berorasi, perwakilan buruh Karimun melakukan pertemuan bersama pihak pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi serta mendengar tanggapan dari pemerintah.

No Response

Leave a reply "May Day 2019: Ratusan Buruh Karimun Ajukan Tolak Upah Murah dan Outsourcing"