Kapolda Kepri Mantapkan Penanganan Konflik Sosial dan Bencana Karhutla Provinsi Kepri

BATAM (Batamraya.com) – Dalam Rangka mengantisipasi dan memantapkan Penanganan Konflik Sosial, Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Di wilayah Provinsi Kepri, Polda Kepri mengadakan rapat Koordinasi bersama dengan instansi pemerintah Kota dan keamanan Wilayah Batam, Selasa (30/8/2016) pukul 09.00 Wib.

Acara Rapat Koordinasa dilaksanakan di Golden View, di hadiri oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, Gubernur provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun S. Sos, M.si, Danrem 033 / wp, Kejaksaaan Tinggi Provinsi Kepri, Danlantamal IV Tanjungpinang, Danlanud Tanjungpinang, Danguskamla Armabar, Kepala Badan Intelijen daerah Provinsi Kepri,  Para pejabat instansi terkait dari Kabupaten / kota Provinsi Kepri.

IMG-20160830-WA0005

Kapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH memberi kata sambutan sebelum rapat dimulai, Kapolda mengatakan situasi kamtibmas di provinsi kepri secara umum dalam keadaan kondusif, hal ini terwujud berkat kerja keras semua pihak baik Polri, TNI, Pemerintah, Instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan data terkait konflik sosial yang terjadi pada tahun 2016 di wilayah Provinsi Kepri sebanyak 29 kasus. Konflik sosial jika tidak diantisipasi dengan baik maka akan menjadi perang saudara seperti di beberapa daerah di dunia diantaranya Vietnam, Timur Tengah, Irlandia Utara (konflik katolik-protestan), Bosnia-Kroasia, Rwanda, Kazakhstan dan sebagaginya.

Contoh kasus pembakaran rumah Ibadah di Tanjung balai Asahan provinsi Sumatera Utara dan pada awal bulan ini di Batam juga sempat terjadi konflik/ sengketa lahan rumah ibadah.

IMG-20160830-WA0007

“Jika tidak segera diselesaikan maka akan berdampak pada gangguan kamtibmas. Untuk itu penanganan konflik sosial secara komprehensif sangat diperlukan dengan melibatkan semua pihak.” Ujar Kapolda Kepri

Permasalahan selanjutnya adalah terkait masih adanya kebakaran hutan dan lahan yang dampaknya sangat mengganggu aktifitas dan kesehatan masyarakat, berbagai upaya pemerintah, Polri dan TNI beserta masyarakat telah dilakukan namun tetap saja kebakaran hutan dan lahan seperti menjadi agenda tahunan yang selalu terjadi khususnya di Riau, Jambi, Kalimantan dan daerah lainnya.

Data bencana kebakaran hutan dan lahan di provinsi Kepri pada tahun 2016 sebanyak 2 kasus yang terjadi di kabupaten Natuna dan Kabupaten Bintan, dan tidak menutup kemungkinan jika tidak diantisipasi dengan baik akan meningkat pada waktu yang akan datang.

IMG-20160830-WA0006

Rapat koordinasi ini sebagai wadah untuk lebih memantapkan komitmen bersama dalam penanganan konflik sosial dan bencana kebakaran hutan dan lahan dengan mengambil langkah-langkah untuk mensinergikan perencanaan pengamanan masing-masing Polres bersama stake holder menjadi satu perencanaan yang sifatnya operasional dalam suatu design yang memadukan pengamanan dan pelayanan masyarakat dalam rangka mengantisipasi konflik sosial dan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kemudian merancang kondisi yang diinginkan serta merumuskan cara-cara yang efektif berdasarkan pengalaman masa lalu agar permasalahan konflik sosial dan bencana karhutla dapat diminimalisir seoptimnal mungkin. Selanjutnya menyatukan langkah diantara para pemangku kepentingan sesuai peran dan fungsinya, sehingga menjadi mata rantai yang tidak terputus dalam rangka mengantisipasi konflik sosial dan bencana karhutla. (Ev)

No Response

Leave a reply "Kapolda Kepri Mantapkan Penanganan Konflik Sosial dan Bencana Karhutla Provinsi Kepri"