Hasil Latihan Keras Pemulung ini Buktikan Bisa Lulus Seleksi Polri Tanpa Dipungut Biaya

BATAM (Batamraya.com) – Dalam hasil Sidang Terbuka Penetapan Kelulusan Tingkat Panitia daerah Kepri Calon Bintara Polri penerimaan anggota Polri TA.2018 Polda Kepri Sabtu (4/8/2018) lalu, terdapat nama Muhamad Ikram yang dinyatakan lulus terpilih untuk melanjutkan pendidikan bintara.

Muhamad Ikram merupakan anak dari seorang ibu dengan kehidupan yang kurang berkecukupan. Sepulang sekolah, Muhamad Ikram adalah pemulung. Hanya dari pekerjaan inilah ia dan ibunya, Kamsinah (52) bisa makan. Pun bukan yang wah, hanya bisa mengganjal perut.

3D052CB5-CA91-4BA6-884D-04287BC30B73

Namun Lahir sebagai anak dari keluarga miskin tak membuat Ikram larut dalam kesedihan. Di rumah orang tuanya yang sederhana, Mangga besar, Kavling Senjulung RT 001 RW 012, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri, ia merajut keinginan yang tak pernah dibayangkan akhirnya benar-benar diwujudkan Allah SWT.

“Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Ayah saya meninggal sejak saya kecil. Sejak itu Ibu yang membesarkan kami,” tutur Ikram, Sabtu (4/8/2018).

Karena pekerjaan orang tuanya pemulung, Ikram pun terbiasa melakukan pekerjaan itu. Sepulang sekolah, ia menemani ibunya yang tak lagi muda untuk memungut sampah yang masih bisa dijual.

Tidak ada waktu untuk bersantai, sebab hasil memulung hari itu ya habis untuk hari itu juga. Namun jauh di lubuk hatinya, Ikram memendam keinginan kuat untuk menjadi seorang polisi. Waktu itu yang didengarnya ialah seseorang harus menyediakan uang yang banyak agar bisa diterima.

Ketika masuk ke SMP, hasrat untuk masuk anggota polisi semakin menggebu. Tentang polisi dibacanya dari pengumuman juga sosialisasi lain. Di sela waktu luangnya yang tak banyak, Ikram pun berolah raga dengan cara yang murah. Lari-lari, joging dan bentuk olah badan yang tak mengeluarkan biaya.

Membayangkan gagahnya polisi berseragam di jalan-jalan menguatkan keinginan Ikram. Tibalah saatnya ia masuk SMK.

“Saya bertanya kepada sejumlah abang kelas yang pernah mengikuti tes masuk polisi. Dari situ saya mendapatkan informasi yang lebih lengkap,” aku Ikram.


Ikram pun sadar, untuk menjadi seorang anggota polisi harus lulus sejumlah tes. Ada tes administrasi, akademik dan jasmani.

Rupanya apa yang dilakukan Ikram menarik perhatian tetangganya, AKP Sulam.

“Bapak bertanya kepada saya apakah mau mencoba tes masuk anggota polisi. Langsung saja saya jawab mau, solanya itu cita-cita sejak SMP,” kata Ikram mengenang kebaikan AKP Sulam.

AKP sulam sendiri bertanya karena Ikram terlihat sibuk berolahraga. Saat kelas III SMK, Ikram pun datang ke rumah anggota polisi itu. Kebetulan di halaman rumahnya ada tiang untuk pull up.

Bukan hanya menawari berlatih di tiang pull up, namun AKP Sulam pun menawarkan kepada Ikram apakah bersedia tinggal di rumahnya. Ikram pun mendapatkan bimbingan serta arahan yang benar.

Latihan jasmani pun harus dilakukan Ikram. Karena Sulam polisi, ia tahu persis bentuk latihan apa yang harus dilakukan anak angkatnya itu.

Di bukanya pendaftaran anggota Polri tahun 2018 tak disia-siakan. Ia meminta restu kepada ibunya, mohon diri agar diberikan kemudahan.

“Alhamdulillah berkat bimbingan dari seorang anggota Polri dan dengan niat dan kemauan yang keras saya akhirnya lulus terpilih untuk menjadi Bhayangkara Polri dan mengikuti pendidikan di SPN Polda Kepri Tahun Ajaran 2018,” ungkap Ikram bangga.

Soal kabar bahwa masuk polisi harus membayar, itu sudah berlalu. “Saya membuktikannya sendiri. Saya masuk Polri tidak mengeluarkan uang satu rupiah pun. Setiap tahapan seleksi selalu diumumkan secara terbuka,” jelasnya.

Kebahagiaan itu pun turut menyeruak ke relung hati seorang Sulam. Polisi berpangkat AKP ini pun menceritakan bagaimana awalnya ia mengenal Ikram.

Kira-kira 15 tahun silam, Sulam mengunjungi rumah adiknya. Rumah adiknya ini bersebelahan dengan rumah Kamsinah, ibu Ikram. Waktu itu Sulam melihat Ikram adalah bocah berumur 4 tahun.

Suatu ketika, Sulam kembali mengunjungi rumah adiknya. Mengetahui kondisi Ikram dan ibunya yang bekerja sebagai pemulung, ia coba bertanya kepada Kamsinah.

“Ikram sudah kelas III SMKN 6 di Punggur waktu itu. Saya tanya apakah mau ia menjadi polisi. Ibu Kamsinah yang menanyakan ke Ikram dijawab mau. Sejak itulah saya tawari tinggal di rumah saya,” kata AKP Sulam.

Melihat kegigihan Ikram, AKP Sulam tak berhenti memberikan semangat. Untuk menambah kematangan akademik, Ikram pun ikut les, sementara olah raga dijalaninya secara rutin.

AKP Sulam mengaku bangga anak angkatnya diterima sebagai calon siswa Bintara Polri PTU Polda Kepri tahun Ajaran 2018. (man/mat/ev)

 

via suarasiber.com

No Response

Leave a reply "Hasil Latihan Keras Pemulung ini Buktikan Bisa Lulus Seleksi Polri Tanpa Dipungut Biaya"