Gencar Pulau Ayam Dijual, Ini Respon Bupati Kepulauan Anambas

pulau anambas

ANAMBAS, BATAMRAYA.COM – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris membantah isu Pulau Ayam dijual.

Diketahui bahwa Pulau Ayam ini dijual melalui situs online private island. “Itu tidak benar, saya belum ada dengar informasi kalau ada pulau kita yang dijual,” ucap Haris, Jumat (26/6/2020).

Kabarnya isu penjualan Pulau Ayam tersebut dijual kepada pihak asing. Dalam hal ini Bupati Anambas tegaskan tidak ada penjualan Pulau Ayam yang berada di Kecamatan Jemaja tersebut.

“Jadi untuk sekarang ini saya belum ada dengar informasi orang sana menjual pulau ini, dan saya pastikan itu tidak benar. Sebab jika mau menjual pulau ke warga asing ada prosedurnya,” ujarnya.

Polemik penjualan sebuah pulau di Kepulauan Anambas yakni Pulau Ayam yang berlokasi di Kecamatan Jemaja, sekitar 48 kilometer dari Kota Tarempa ini sedang jadi perbincangan hangat warga Anambas.

Menanggapi isu tersebut, pemilik Pulau Ayam Jasmin Abdul Jalil awalnya berencana menjual pulau tersebut untuk membiayai pengobatannya yang kini terkena stroke. Pulau Ayam yang dijual di salah satu situs resmi online Private Island Inc yang di kelola oleh Ontario Canada.

Anak pemilik pulau yang bernama Muhammad Bimam dalam sambungan seleluler menjelaskan isu yang simpang siur ini.

“Dulu pernah ada pembicaraan untuk menjual dan membagikan ke seluruh  lawyer, harga yang kita tawarkan awalnya 30 juta RM , kemudian ditawar jadi 25 juta RM,  tapi tidak jadi di jual,” ujar Bimam melalui sambungan seluler, Jumat (26/6/2020).

Lebih lanjut Bimam menuturkan bahwa benar adanya Pulau Ayam tersebut pernah dimasukkan dalam situs tersebut oleh lawyernya sejak setahun yang lalu. “Lawyer itu dulu pernah masukan. Udah satu tahun yang lalu lah,” ungkapnya.

Kini pemilik Pulau Ayam Jasmin tengah berada di Tanjungpinang.

“Sekarang orang tua saya berada di Tanjungpinang, sedang jalani perawatan,” sebutnya

Sumber: CNNIndonesia

No Response

Leave a reply "Gencar Pulau Ayam Dijual, Ini Respon Bupati Kepulauan Anambas"