Dinkes: Minimal 2 Persen dari Jumlah Penduduk Batam Dirapid Test

rapid tes blkg padang

BATAM, BATAMRAYA.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan pemeriksaan rapid test ditargetkan minimal 2 persen dari total penduduk Kota Batam. Hal ini sebagai upaya untuk penanganan Covid-19.

“Kita targetkan minimal 2 persen, kalau bisa 3 persen seperti negara Singapura,” ujar Didi, Rabu (24/6/2020).

Dengan jumlah warga yang ditargetkan untuk pemeriksaan rapid test yaitu mencapai lebih dari 20 ribu orang. Sampai sejauh ini pemeriksaan rapid test yang telah dilakukan sudah mencapai 1 persen.

“Makanya untuk daerah yang zona hijau juga tetap dilakukan pemeriksaan dapid test,” katanya.

Mengenai stok alat rapid test, Didi memastikan bahwa alat tersebut masih mencukupi untuk memenuhi target. Karena total pengadaan ada sebanyak 20 ribu test kit.  “Pengadaan kita masih ada 9 ribu lagi, jadi masih aman,” kata dia.

Terkait pemeriksaan rapid test massal kepada para pedagang Pasar Tos 3000 , Didi memastikan pihaknya sudah siap. Ada sekitar 500 pedagang yang dilakukan rapid test pada Senin 29 Juni 2020.

“Teknisnya belum tahu, tapi kami siap laksanakan, tentu nanti juga melibatkan aparat,” katanya.

Sebelumnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan melakukan penataan ulang terhadap Pasar Tos 3000 Jodoh, keputusan itu diambil setelah kawasan tersebut ditetapkan sebagai klaster penyebaran Covid-19.

Bersamaan dengan itu, rapid test massal kepada para pedagang juga akan dilaksanaan pada hari pertama penataan Pasar tersebut.

Sumber: Batamnews

No Response

Leave a reply "Dinkes: Minimal 2 Persen dari Jumlah Penduduk Batam Dirapid Test"