200 Triliun Rupiah Dipastikan Mengalir ke Indonesia

imf1

Batamraya.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan saat menghadiri Remark Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) – LPEI Cocktail pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF – World Bank Group 2018 di The Laguna Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

200 triliun rupiah dipastikan mengucur ke proyek-proyek BUMN Indonesia. Ini adalah investasi langsung yang dikoordinatori oleh Bank Mandiri dan 95 persennya berasal dari luar negeri. Hal ini menandakan bahwa ekonomi Indonesia masih dipercaya Internasional sebagai tempat usaha mereka dan membuktikan para investor asing masih percaya pada pemerintahan Jokowi yang mampu menjaga keamanan negeri pada tahun politik ini. Itu yang terpenting dan itu yang harus kita jaga bersama.

Investasi awal ini membuat mereka-mereka yang mengatakan bahwa pertemuan seperti ini tidak ada gunanya dan pemborosan bagi uang negara. Selain dampak ekonomi bagi pulau Bali berupa wisata, Indonesia berhasil memanfaatkan event ini untuk menarik modal asing ke dalam negeri.

“Uang yang keluar senilai ratusan miliar rupiah sebelum acara, bukanlah untuk mendanai pertemuan tahunan itu, tetapi untuk memperbaiki infrastruktur di sekitar acara. Para peserta mendanai sendiri kegiatan mereka, bahkan mereka menaikkan kegiatan ekonomi masyarakat pada saat acara.” ujar Jokowi.

Ketika beberapa negara lain terkena dampak krisis global berupa perang dagang Amerika versus China, Indonesia masih mampu berdiri tegak dengan gagahnya. Meski rupiah melemah karena meningkatnya kurs dollar Amerika, tapi diharapkan ajang pertemuan seperti ini bisa mengembalikan modal investasi asing itu untuk kembali ke negeri ini.

Selain membahas ekonomi global, pertemuan ini juga dijadikan tempat transaksi investasi baik dalam dan luar negeri. Menurut Luhut Binsar Panjaitan, ada 34 ribu lebih peserta yang datang dan mereka menerima presentasi tentang proyek-proyek dari pemerintah Indonesia.

No Response

Leave a reply "200 Triliun Rupiah Dipastikan Mengalir ke Indonesia"